Dinarpus Purbalingga Raih Juara 2

PURBALINGGA INFO, Stand Dinas Asrip dan Perpustakaan (Dinarpus) Purbalingga meraih juara 2 katagori stand terbaik pada Pameran Perpustakaan dan Arsip se-Jawa Tengah. Pameran dilaksanakan di Goro Assalam Hipermarket, Sukoharjo dari tanggal 11-13 Oktober. Kegiatan pameran diikuti oleh 26 stand Dinarpus Kabupaten/kota dan para pelaku usaha se-Jawa Tengah.

Sekretaris Dinarpus Purbalingga, Jiah Palupi mengatakan pameran yang dilaksanakan merupakan agenda

tahunan dinarspus provinsi Jawa Tengah. Dinarpus Kabupaten Purbalingga baru pernah mengikuti kegiatan tersebut dan langsung meraih peedikat stand terbaik ke 2.

" Saya merasa bersyukur atas prestasi yang didapat, kedepan diharapkan dapat meraih terbaik 1, kalaupun tidak kita bisa tetap mempertahankannya," kata Jiah saat dikonfirmasi lewat WhatsApp, Minggu (13/10).

Jiah menambahkan kegiatan pameran bertujuan memberikan informasi kepada publik tentang arti pentingnya arsip dan pentingnya pengembangan budaya literasi bagi seluruh lapisan masyarakat dari anak usia dini sampai usia tak terbatas. Selain mengikuti pameran Jiah juga ada beberapa kegiatan di bidang perpustakaan antara lain layanan perpustakaan keliling dengan 3 buah armada.

" Kemudian melakukan pembinaan perpustakaan ke sekolah,desa dan taman belajar masyarakat. mengadakan berbagai lomba dan kegiatam dalam rangka gerakan gemar membaca. Serta penambahan koleksi perpustakaan melalui pengadaan dan pemberian dari berbagai pihak," ujarnya.

Terpisah Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Layanan Kearsipan pada Dinarspus Kabupaten Purbalingga, Nani Herawati mengatakan pengelolaan arsip sekarang sudah berbasis aplikasi yakni E-Arling (Elektronik Arsip Purbalingga). Aplikasi tersebut akan memudahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melakukan penyimpanan arsip secara digital dan berbasis online.

" Bagi OPD yang masih melakukan pengarsipan secara manual agat segera beralih ke Teknologi Informasi (TI). Karena keberadaan arsip sangat penting diharapkan pengelolaan arsip di masing-masing OPD harus profesional. Karena arsip bisa menjadi sumber sejarah yang sangat berharga," ujarnya (PI-2).

Views: 414